Bantu Korban Banjir di Jabodetabek, Tri Sukses Jaya Bagikan 3.500 Matras Gratis

Produsen kasur busa PT Inoac Polytechno Indonesia dan distributornya, PT Tri Sukses Jaya membagikan 3.500 Matras Gratis untuk korban banjir di Jabodetabek. Penyerahan matras secara simbolis diberikan oleh Direktur Utama PT Tri Sukses Jaya, Arif Sukuandi (tengah), di Jalan Pengadegan Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

indopos.co.id – Produsen kasur busa PT Inoac Polytechno Indonesia dan distributornya, PT Tri Sukses Jaya kembali melakukan aksi sosial pada masyarakat yang terdampak. Hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap korban banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) awal Januari lalu.

Kali ini kedua perusahaan tersebut membagikan 1.200 pcs matras gratis kepada warga di Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan. Seminggu sebelumnya, kedua perusahaan ini juga membagikan 800 pcs matras gratis kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan.Baca Juga :

“Perusahaan sudah menyiapkan sebanyak 3.500 matras yang akan dibagikan secara cuma-cuma. Aksi ini merupakan kali kedua yang kami lakukan guna membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir di Jabodetabek,” ujar Direktur Utama PT Tri Sukses Jaya, Arif Sukuandi, usai penyerahan matras secara simbolis, di Jl. Pengadegan Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Menurut Arif, sapaan akrabnya, aksi kemanusiaan tersebut juga sebagai ungkapan terima kasih perusahaan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan penuh pada produk kasur busa Vita, Mattress Plus dan Inoac.Baca Juga :

“Kami bersyukur bahwa tingkat kepercayaan masyarakat dari waktu ke waktu terus bertambah. Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk terima kasih kami atas kepercayaan tersebut,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengunkapkan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PT Inoac Polytechno Indonesia dan distributornya PT Tri Sukses Jaya.Baca Juga :

“Harapan saya aksi seperti ini bisa ditiru oleh perusahaan lain. Kita harus mendo’akan agar aktivitas bisnis kedua perusahaan matras ini semakin maju sehingga kepedulian mereka kian bertambah terhadap lingkungan sekitar,” harap dia.

Sementara itu, seiring dengan terus meningkatnya jumlah permintaan kasur busa Vita, Mattress Plus dan Inoac, tahun ini PT Inoac Polytechno Indonesia selaku produsen berencana meningkatkan jumlah produksi pada dua pabriknya di Tangerang dan Karawang.
Peningkatan produksi ditargetkan bisa mencapai sebesar 50 persen dari kapasitas saat ini.

Plant Manager PT Inoac Polytechno Indonesia Iwant Suprijanto menyebut selama ini kapasitas kedua pabriknya tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan pasar kasur busa di seluruh wilayah Indoneisa. Karenanya, hingga kini produk Vita, Mattress Plus dan Inoac hanya difokuskan bagi pemenuhan pasar retail di Jabodebek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Di Jawa Timur sendiri market share kami baru mencapai 37 persen. Sehingga wilayah timur menjadi sasaran pengembagan pasar. Saat ini untuk memenuhi pasar tersebut hanya mengandalkan hasil produksi kedua pabrik kami di Tangerang dan Karawang,” ungkap Iwant.

Selain kedua pabrik tersebut PT Inoac Polytechno Indonesia pada 2021 juga sedang menambah pabrik Baru di Cikupa, Tangerang. Pabrik ini dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 persen dan diproyeksikan bakal menjadi pusat produksi Mattress Inoac global untuk men-supply kebutuhan pasar di kawasan Asia Tenggaran dan Asia Timur.

Inovasi lain dilakukan oleh PT Tri Sukses Jaya sebagai distributor terbesar dalam rangka mendukung penjualan, yaitu membuat plant kedua seluas 13 ribu meter persegi. Untuk tahap pertama, membangun gudang (warehouse) seluas 2.500 m2 dengan kapasitas penyimpanan lebih besar, mecapai 12 ribu pcs kasur busa.
Kemudian, menambah jumlah armada untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan waktu pendistribusian.

Arif Sukuandi menambahkan, permintaan kasur busa sejak tiga tahun lalu hingga sekarang terus meningkat cukup signifikan. Pada 2018 – 2019, misalnya, masing-masing mengalami peningkatan sebesar 47 persen dan 35 persen.

“Tahun ini, kami optimis akan terjadi kenaikan permintaan sedikitknya mencapai 25 persen. Saat ini, produk Vita, Mattress Plus, dan Inoac mampu menguasai 82 persen pasar matras Jabodetabek serta beberapa wilayah lain di Jawa Barat,” kata Arif.

Perangi Produk Palsu

Selain pemenuhan permintaan pasar yang sangat tinggi, kendala yang dihadapi PT. Inoac Polytechno Indonesia yaitu maraknya peredaran produk Inoac palsu. Sementara itu, masyarakat konsumen yang dikesankan beruntung karena mendapatkan barang lebih murah, sejatinya tengah menyalakan bom waktu.

“Barang palsu yang beredar memiliki kualitas jauh dibawah standard kita sehingga konsumen akan mengeluarkan dana lagi untuk membeli barang yang sama karena masa pakainya lebih pendek,” ungkap Iwant Suprijanto.

Sedangkan, lanjut dia, PT. Inoac Polytechno Indonesia merupakan perusahaan global asal Jepang yang telah mengembangkan bisnis di mancanagera seperti Amerika, Tiongkok dan beberapa negara Asia lainnya. Karenanya dari sisi kualitas tentu tidak diragukan. Hal ini membuat distributor merasa yakin bahwa produk kasur busa Inoac, Mattress Plus dan Vita dapat diterima pasar meski tidak dilengkapi garansi pabrik.

“Selama ini tidak ada keluhan konsumen terkait kualitas Vita, Mattress Plus dan Inoac. Meski begitu, kami tetap memberikan garansi penuh melalui distributor mulai dari 5 – 25 tahun. Selain menambah kapasitas produksi, Inoac belum lama kami juga telah merencanakan pengembangan investasi di bidang layanan termasuk pemberian garansi dari pabrikan langsung,” jelasnya.

Menurut dia, banyak kerugian yang ditimbulkan akibat peredaran barang palsu, baik terhadap produsen, masyarakat sebagai konsumen, maupun pemerintah.

“Pemerintah akan kehilangan potensi pendapatan negara baik dari sisi pajak maupun sumber penerimaan lain. “Oleh sebab itu, PT. Inoac Polytechno Indonesia melalui lawyer bekerja sama dengan aparat keamanan siap memerangi pelaku pemalsuan,” pungkas Iwant Suprijanto. (mdo)

Source